Aroma-aroma Parfum

Sejak dulu aku fascinated dengan parfum, terutama karena aku ingin punya signature scent yang bikin orang langsung teringat aku kalo menciumnya. Sejak itu aku kalo liat parfum dan sniff2 ya carinya yang sesuai dengan kepribadian. Dari mulai cologne dan body spray yang ada di supermarket sampai ke toko kosmetik gitu. Waktu itu bahkan ga kepikiran beli designer perfume, karena semua orang bilang mahal. Akhirnya paling banter The Body Shop atau Marks and Spencer. Bahkan saat bisa mengakses parfum2 keren pun aku gak punya cukup knowledge untuk mengapresiasi-nya. Sebatas coba2 dan kalo cocok beli yang ukuran mungilnya.

Nah sejak dikenalkan dengan forum kecantikan yang salah satu thread-nya membahas parfum, lalu ditambah lagi mendapat referensi beli parfum online denga harga yang jauh lebih murah dari toko, huwah gairah itu mulai membara. Mulai dari cuma baca2 dan kagum dengan bahasan parfum yang mendalam banget, nggak cuma enak/ga enak tapi sampe tahun berapa dibuat, siapa yang buat, campuran aromanya apa aja, ketahannya berapa lama dan cocoknya dipakai siapa. Lama2 aku mulai penasaran untuk mengeksporasi parfum lebih dalam, kembali aku membeli dan memburu miniatur parfum dan vial2 yang biasanya dibagian untuk mempromosikan aroma parfum terbaru, dari situ aku coba2 menganalisa dan membahasnya di forum. Tanpa sadar setelah nggak nyampe setahun sejak aku gabung di forum itu tiba2 aja meja riasku yang biasanya cuma berisi lotion dan deodoran sekarang berjajar parfum2 ukuran fullsize- alias nggak mini! Wow aku sendiri amaze, how did this happen?

Pertama datanglah Van Der Bilt EDT for Women yang merupakan buah tangan dari seorang kenalan yang datang dari Belanda. Lalu karena tahu ada seorang kerabat yang akan pulang dari Qatar aku nitip parfum yang sekiranya gak beredar di Indonesia, jadi aku nitip D&G Limited Edition Light Blue Dreaming in Portofino dan Light Blue for Men untuk yang laki. Berikutnya waktu mengunjungi sebuah bazar kosmetik dan parfum aku membawa pulang beberapa sampel kosmetik dan sebotol Dior Addict 20ml yang niatnya mau dijual aja, eh tapi akhirnya kepincut sendiri dan ga jadi. Lalu ada Marc Jacobs Daisy yang murni hasil profokasi orang2 di forum yang bilang enak banget untuk yang suka aroma segar dibandingkan keluaran terbarunya Daisy Eau So Fresh yang cenderung manis buah. Kemudian yang terakhir adalah sepasang Annick Goutal yaitu Au de Hadrien dan Ce Soir au Jamais yang memiliki sejarah panjang yang menggelikan.

Selebihnya aku membeli parfum pertama karena tertarik dengan review-nya, atau sampelnya. Kemudian kalo diliat2 lagi kok penampilannya kurang menarik untuk dipajang di kamar aku ga jadi beli. Jadi bentuk botolnya ngaruh juga ke keputusan beli. Berikutnya nyari ukuran kecil nya aja, kalo ternyata ada ukuran gedenya dengan harga terjangkau ya beli aja. Toh buatku beli parfum nggak untuk dihabiskan, tapi untuk koleksi dan dipakai sewaktu2. Jadi bisa dikatakan sekarang aku beli parfum bukan lagi karena aku suka atau sesuai dengan kepribadian, tapi yang bener2 collectible (menarik review dan penampilannya). Dan makin kesini aromaku semakin ga punya kepribadian, kalo lagi suntuk pake yang nyengat banget, kalo lagi hepi pake ceria, kalo lagi feeling romantic pake yang manis, kalo lagi bersemangat pake yang seger.

Jadi menurut penciumanku aroma parfum ada beberapa kelompok besar:
Clean
Untuk wewangian yang segar tanpa unsur buah dan rempah2, biasanya didominasi kayu2an dan bunga2 yang wanginya ringan. Ini kategori parfum yang paling cocok buatku, antara lain Davidoff Coolwater, D&G Light Blue dan Elizabeth Arden yang Green Tea
Sweet
Yang ini biasanya untuk parfum cewek yang didominasi bunga dan buah. Wanginya jelas banget ada aroma manis semacam manisnya buah yang legit. Contohnya WOnderstruck-nya Taylor Swift dan Lolita Lempicka. Ada juga yang manisnya itu cenderung gourmand alias mirip aroma kue2, seperti aroma Vanila, Coklat, Rhum.
Powdery
Yang ini biasanya parfum2 yang didominasi kayu2an sehingga aroma yang bertahan di badan itu aroma lembut yang samar kayak bedak gitu deh. Salah satunya Diane dan The Body Shop White Musk. Aku sedang bertransisi ke a
Spicy
nah yang ini didominasi rempah2 semacam cengkeh, kayumanis, bahkan lada dan cabe. jadi bisa dibayangkan aromanya kuat dan berkarakter. tapi kalo udah lama aromanya jadi menyesuaikan aroma tubuh. Menurutku Van der Bilt, Versace Green Jeans dan Chanel no.5 masuk kategori ini deh.

Sedangkan collectible fragrance yang masih aku incer adalah Twirl by Kate Spade, Pure by DKNY, Armani Acqua di Gioia dan yang sudah dibeli dan akan datang adalah Diane von Furstenberg yang bikin aku naksir sejak dapet vialnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s